Pekanbaru – Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR) secara resmi membuka rangkaian kegiatan Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog melalui pelaksanaan matrikulasi yang dilaksanakan pada 18 Agustus hingga 2 September 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum memasuki proses pendidikan profesi secara penuh.
Sebanyak 30 mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi mengikuti kegiatan matrikulasi sebagai bentuk pembekalan awal untuk memperkuat kompetensi, memperkenalkan budaya akademik, serta membangun identitas sebagai calon psikolog profesional. Sebelum dinyatakan lulus, para mahasiswa telah mengikuti proses seleksi yang dilaksanakan selama satu bulan, yaitu pada Juli 2026, melalui dua gelombang penerimaan. Dari 50 calon mahasiswa yang mengikuti seleksi, sebanyak 30 orang dinyatakan lolos setelah melalui tahapan tes TOEFL, Tes Potensi Akademik (TPA), tes keprofesian, Leaderless Group Discussion (LGD), dan wawancara.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog UIR sekaligus Ketua Pelaksana, Yanwar Arief, M.Psi., Psikolog, dalam sambutannya menyampaikan bahwa matrikulasi tidak hanya menjadi sarana pengenalan terhadap sistem pendidikan profesi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun karakter dan identitas mahasiswa sebagai calon psikolog yang siap memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Matrikulasi merupakan langkah awal dalam membentuk calon psikolog yang memiliki integritas, kompetensi, dan kepekaan terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Nilai-nilai tersebut akan menjadi fondasi selama mahasiswa menjalani pendidikan profesi,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UIR, Dr. Sigit Nugroho, M.Psi., Psikolog, menekankan pentingnya pemahaman terhadap visi dan misi program studi. Menurutnya, pendidikan profesi psikolog di UIR dikembangkan berdasarkan tiga pilar utama, yaitu evidence-based practice, Islamic worldview, dan kearifan budaya Indonesia.
“Ketiga pilar tersebut menjadi landasan dalam membentuk psikolog yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai keislaman dan sensitivitas terhadap keberagaman budaya di Indonesia,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP HIMPSI Dr. Andik Matulesy menyampaikan bahwa lulusan psikolog umum harus memiliki rasa percaya diri dalam menjalankan profesinya. Menurutnya, berbagai regulasi yang mengatur praktik psikologi di Indonesia saat ini telah memberikan landasan yang kuat bagi psikolog dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog UIR juga disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Riau, Dr. Admiral, yang menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan pendidikan profesi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau yang diwakili oleh Sekretaris Yayasan, Dr. Arifin Boer, turut menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Psikologi UIR atas keberhasilannya menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog. Menurutnya, kehadiran program profesi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kontribusi UIR dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menariknya, pada kegiatan pembukaan matrikulasi, seluruh mahasiswa mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi visi program studi dalam menanamkan nilai-nilai keberagaman dan sensitivitas budaya kepada para calon psikolog.
Dengan mengusung tema “Berintegritas, Profesional, dan Berdampak”, Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog UIR berharap dapat melahirkan psikolog yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kearifan budaya Indonesia dalam memberikan layanan psikologi yang berkualitas serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


